Tim Jokowi-JK: Revolusi Mental Jauh dari Komunis Tapi Dekat Islam

  • Indonesia Baru
  • 30
  • 28 Jun 2014 21:15

Kampanye Jokowi-JK

Untuk pertama kalinya ketua umum PDIP Megawati Soekarno Putri bersama sang putri Puan Maharani mendampingi Jokowi kampanye akbar.

Liputan6.com, Tangerang - Sempat dituding program Revolusi Mental cikal bakal paham komunis, namun dibantah tim pemenangan capres Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Program tersebut justru diyakini sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW.

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri," ujar tim pemenangan Jokowi-JK, Zulhairi Misrawi dalam diskusi Pendidikan dan Penguatan Karakter Bangsa, Tangerang, Banten, Sabtu (28/6/2014).

Zulhairi menegaskan, jika beberapa waktu lalu Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut Revolusi Mental adalah paham komunis, sebenarnya pahan yang diusung Jokowi ini adalah ajaran Rasulullah. Di mana, Islam mengubah budaya individualis menjadi kegotong-royongan.

"Sama sekali tidak ada kaitannya (dengan paham komunis). Dan kami membantah perkataan Fadli Zon tersebut," ungkapnya seraya menegaskan, Revolusi Mental juga diusung untuk mengubah karakter bangsa Indonesia menjadi karakter yang kuat.

Hal senada juga dikemukakan pengamat politik Burhanuddin Muhtadi. Menurutnya, Revolusi Mental lebih dekat kepada eksplorasi yang sangat komprehensif dari sudut pandang yang struktural.

"Dengan solusi yang masih individual. Sehingga, sangat jauh jika dikaitkan dengan ideologi komunisme," ujarnya. Namun, Revolusi Mental yang dikemukakan Jokowi sangatlah dekat dengan yang diajarkan Rasulullah SAW.

Kendati, Burhanuddin menyampaikan kritikannya soal Revolusi Mental yang diusung capres nomor urut 2 itu. Cara berpikir dengan sudut pandang struktural namun penyelesaian dengan cara individual, haruslah dinaikkan levelnya.

"Harusnya penyelesaiannya bukan secara individual lagi, harus naik ke level yang lebih besar. Inilah kurangnya Jokowi," pungkas Burhanuddin. (Ans)

Credit: Rochmanuddin


Related Articles